Mari Membangun! Pada sejumlah wilayah Indonesia, konsumen melaporkan bahwa kendaraan mereka — baik mobil maupun sepeda motor — mengalami kerusakan setelah mengisi bahan bakar jenis Pertalite dari Pertamina.
Laporan-awal berasal dari unggahan di media sosial seperti Instagram, menunjukkan bahwa performa mesin kendaraan menurun drastis atau bahkan mogok setelah pengisian BBM tersebut.
Keluhan Konsumen dan Bukti Media Sosial
Salah satu unggahan Instagram menampilkan aduan dari pengguna di Lamongan yang mengaku kendaraannya tiba-tiba mogok usai mengisi Pertalite. https://www.instagram.com/reel/DQTPOLGEhVD/?l=1
Unggahan lainnya memperlihatkan beberapa pengendara motor yang menyebut bahwa setelah isi Pertalite, mesin “brebet”, performa turun, hingga harus diderek ke bengkel. https://www.instagram.com/reel/DQUH3uEk8ZC/?l=1
Ada pula video reel yang menuduh bahwa Pertalite “merusak” kendaraan karena campuran atau kualitas BBM yang diduga tidak sesuai standar. https://www.instagram.com/reel/DQTxEYmDw3A/?l=1
Tanggapan Pertamina dan Langkah Pemulihan
Pertamina melalui unit bisnisnya, Pertamina Patra Niaga wilayah Jatimbalinus, menyampaikan bahwa pengendara yang merasa kendaraan berkurang performanya setelah mengisi Pertalite dapat segera kembali ke SPBU asal dan melaporkan kendaraan mereka untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Selain itu, ada SPBU yang dilaporkan ditutup sementara setelah muncul banyak keluhan mogok dari konsumen setelah mengisi Pertalite.
Pemicu dan Implikasi untuk Konsumen
Meskipun belum ada konfirmasi resmi bahwa semua kasus kerusakan disebabkan oleh BBM jenis Pertalite, indikasi yang muncul menyebutkan adanya campuran air atau kualitas bahan bakar yang kurang sesuai standar.
Misalnya, sebuah posting menunjukkan dugaan “campuran air dalam BBM” setelah pengisian di SPBU tertentu.
Bagi konsumen, implikasinya cukup serius: kerusakan mesin atau sistem bahan bakar bisa menimbulkan biaya perbaikan yang tidak sedikit, dan juga mengganggu mobilitas harian.
Apa yang Harus Dilakukan Konsumen?
Jika kendaraan Anda mengalami gejala seperti setelah mengisi Pertalite — misalnya mesin susah dihidupkan, brebet, performa menurun drastis, atau bahkan mogok — berikut ini beberapa langkah yang disarankan:
- Segera catat SPBU lokasi pengisian, tanggal, dan jam pengisian.
- Kembali ke SPBU tempat pengisian dan laporkan keluhan Anda ke petugas SPBU.
- Hubungi layanan konsumen Pertamina atau unit Patra Niaga setempat untuk melaporkan dan meminta pemeriksaan kendaraan.
- Dokumentasikan kondisi kendaraan: foto/rekam video gejala, nota/bukti pengisian BBM.
- Simpan semua bukti komunikasi dengan SPBU atau Pertamina untuk langkah selanjutnya.
Dengan langkah ini, konsumen punya bukti jika diperlukan klaim atau pertanggungjawaban dari pihak terkait.
Kesimpulan
Ada tren meningkatnya laporan bahwa BBM jenis Pertalite dari Pertamina — yang sejatinya ditujukan untuk kendaraan rakyat — diduga menyebabkan kerusakan kendaraan.
Meskipun belum terbukti secara menyeluruh bahwa semua kasus semata-mata karena kualitas BBM, fakta bahwa konsumen banyak yang melapor menjadi alarm bagi penyedia BBM dan regulator.
Konsumen perlu waspada, mencatat setiap pengisian, dan segera bertindak jika kendaraan menunjukkan gejala setelah pengisian.(Din)
Sebagai bentuk apresiasi terhadap sumber berita, maka kami memberikan "backlink dofollow" untuk MariMembangun.com. Hal ini bermanfaat untuk meningkatkan otoritas situs, kredibilitas situs, dan peringkat situs di mesin pencari. Tertarik bekerjasama? Hubungi kami »





