Mari Membangun! Sidoarjo – Menjelang berakhirnya musim penghujan, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kesehatan. Pada periode ini, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti umumnya mengalami peningkatan di berbagai daerah. Namun di Kabupaten Sidoarjo, jumlah kasus DBD pada tahun ini justru tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo, hingga menjelang akhir musim hujan tahun 2026 tercatat sebanyak 20 kasus DBD dengan satu korban meninggal dunia.
Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai 85 kasus. Rinciannya, pada Januari 2025 tercatat 20 kasus, kemudian meningkat tajam pada Februari dengan tambahan 65 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuanita, menyampaikan bahwa penurunan jumlah kasus ini menjadi catatan positif bagi upaya pengendalian DBD di daerah tersebut. Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi penyebaran penyakit tersebut.
“Walaupun jumlah kasus tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu, masyarakat tetap harus waspada. Upaya pencegahan harus terus dilakukan, terutama saat musim hujan,” ujarnya, Selasa (10/3).
Ia juga mengajak masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), salah satunya dengan menjalankan gerakan 3M Plus. Langkah tersebut meliputi menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
“Selain menjaga kebersihan lingkungan melalui gerakan 3M Plus, masyarakat juga perlu meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit, termasuk demam berdarah,” pungkasnya.
© 2026 MariMembangun.com





